Rabu, 09 September 2015

Mencoba Nissan X-Trail Hybrid Yang Irit Konsumsi BBM

sumber: autobild.co.id


Langkah PT Nissan Motor Indonesia (NMI) dengan memasukkan Nissan X-Trail Hybrid bukan langkah yang tepat secara ekonomi, apalagi saat penjualan mobil meng­alami masa surut. Tapi kami melihat ini sebagai upaya untuk memperkenalkan teknologi masa depan yang dimiliki. Bukan barang baru lantaran Toyota sudah memiliki Prius dan Camry Hybrid. Tapi kalau tidak sekarang, kapan lagi? Satu langkah ‘kecil’ harus dimulai.

X-Trail Hybrid tidak berbeda dari model 2.0 dan 2.5 yang sudah beredar di Indonesia. Memang ada sentuhan diffuser kokoh di bumper depan dan belakang. Desainnya diklaim untuk memperlancar aliran udara. Sebagai simbol, terdapat emblem Pure Drive Hybrid di sisi kiri dan kanan sepatbor dan sudut kanan bawah pintu bagasi.

Masuk ke dalam pun de­mikian. Desainnya masih sama persis dengan yang sudah ada. Posisi duduk pas dengan peng­atur jok sopir elektrik dan desain dasbor modern akan mem­buat Anda betah dan keras­an berada di balik kemudi.

Nah, begitu Anda melihat ke panel instrumen yang berada di balik kemudi sisi berlawanan, baru bisa ditemukan perbedaan. Terdapat indikator Power sebagai isyarat jumlah daya di baterai yang tersimpan. Juga terdapat logo EV (Electric Vehicle) kecil yang akan menyala saat mobil bergerak full elektrik.

Seperti mobil hibrida lain­­nya, Energy Flow me­ru­pakan bagian pa­ling me­narik dari panel instru­men X-Trail Hybrid ini. Anda dapat melihat pola kerja Pure Drive Hybrid System yang mengatur kinerja mesin utama, motor listrik, baterai, dan transmisi CVT agar selalu optimal menyalurkan daya, terutama daya listrik.

Bicara baterai, Nissan meletakkan baterai lithium ion di bawah jok tengah dan sedikit mengintrusi bagasi. Ini yang membuat X-Trail Hybrid hanya memiliki 5 bangku. Klaimnya, baterai ini memiliki daya pengisian yang cepat.

Oh ya, X-Trail Hybrid ditenagai unit serupa versi 2.0 CVT, yakni 1.997 cc 4-silinder 147 dk dan torsi 206 Nm. Namun yang pa­ling mengesankan adalah motor listrik berkode RM31 yang menghasilkan tenaga 41 dk dan torsi dahsyat 160 Nm.

Senjata utama lainnya adalah Intelligent Dual Clutch Control. Bukan kop­ling ganda ala DSG, namun dua buah kopling. Yang pertama menghubungkan mesin utama dengan motor listrik, dan yang kedua menghubungkan motor listrik dengan transmisi CVT.

Mesin utama memiliki 2 fungsi, menghasilkan daya listrik untuk disimpan baterai dan membantu kerja motor listrik saat dibutuhkan. Saat kecepatan rendah dan power baterai lebih dari setengah, mobil akan ‘dipaksa’ bekerja dalam kondisi full elektrik. Kecuali, Anda menginjak pedal gas secara agresif atau lebih dalam lagi. Butuh adaptasi untuk menjaga agar mesin utama tidak lekas aktif.

Meski hanya 160 Nm, lontaran torsi dari motor listrik begitu terasa saat start. Tidak ada suara bising mesin memberikan pengalaman berkendara yang baru dan unik. Saat mengerem, Regenerative Braking System mengubah energi panas rem menjadi daya listrik dan menyimpannya di baterai.

Pengalaman unik lain didapatkan ketika mesin utama secara aktif menyo­kong kerja motor listrik. Paduan torsi 160 Nm yang tesedia sejak 0 rpm bersinergi dengan lonjakan torsi milik mesin utama. Entakan yang dihasilkan terasa menghibur dan sejenak lupa ia sebuah mobil hybrid.

Nissan mengklaim kon­sumsi BBM seirit 20,6 km/l berdasarkan standar peng­ujian di negeri Sakura. Sangat menjanjikan untuk SUV sebongsor ini. Namun bicara harga, angka Rp 500 jutaan terlihat terlalu optimis. Bisa saja melampaui Rp 600 juta.
First Opinion
Memang tidak sepenuh­nya menghilangkan konsum­si BBM, namun yang dila­kukan Nissan dengan me­ma­sukkan X-Trail Hybrid merupakan langkah bervisi masa depan. Cukup berani karena harga jualnya sulit untuk kompetitif. Tapi layak diapresiasi sebagai jalan menuju perubahan.

Sekilas Pandang
- Di Jepang baru launching bulan April 2015 lalu
- Di Jepang ada pilihan 2WD dan 4WD
- Dipamerkan di GIIAS dan IIMS
Reaksi:
Posted by Chiko Chikz On 16.34 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube